Pergantian Kepala BP Batam
EkBis

Batam Masih Suram, Malah Kepala BP Diganti

EksNews | Mungkin pemerintah pusing memikirkan Batam yang sedang suram iklim investasinya. Jadi, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam diganti lagi meski baru menjabat 14 bulan.

Banyak yang tak menyangka pergantian ini begitu mendadak. Alasannya, beberapa hari sebelumnya, para pemangku kepentingan Pulau Batam masih sibuk dengan persoalan rangkap jabatan Walikota Batam-ex Officio Kepala BP Batam.

Bahkan di internal BP Batam sendiri tak sedikit yang kaget. “Di era sekarang, sudah tiga kali pimpinan ganti. Kalau kayak gini terus, kapan kita bisa konsen kerja? Kapan Batam akan menjadi pusat investasi? Dan yang bikin aneh itu, pimpinan yang sekarang hanya transisi tiga bulan. Masa kantor pemerintahan dibikin main-main, sih?” ujar salah seorang petinggi di BP Batam kepada wartawan, Selasa, 8/1/19.

Sehari sebelumnya, Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo diberhentikan dari jabatannya itu oleh Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution. Lukita digantikan Edy Putra Irawady, mantan Deputi Menteri Koordinator Perekonomian Bidang Industri dan Perdagangan.

Tak berlebihan jika banyak yang terkaget-kaget dengan pencopotan Lukita. Sejak menjabat Kepala BP Batam, Oktober 2017, Lukita dinilai sudah menunjukkan banyak perubahan tentang perbaikan invetasi di Pulau Batam.

Setidaknya penilaian itu datang dari Wakil Ketua Umum Bidang Transportasi Pelabuhan dan Maritim Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Kepri, Osman Hasyim, 52. Menurut Osman, saat ini Batam dalam trend perbaikan.

Dia bilang, enam bulan belakangan pembangunan properti mulai semarak. Secara psikologis, kata Osman, investor sudah mulai percaya.

Pengusaha asing juga sudah mau lagi transhipment di Batam. “Mereka mau mempercayakan aset triliunan rupiah di Batam. Ini bukan perkara gampang. Ini masalah trust. Mestinya yang sudah membaik kayak gini jangan diutak-atik lagi, tapi justru lebih diperkuat,” katanya.

Namun, Jakarta justru berpikiran lain. Edy sudah dikirim ke Batam, meski cuma hingga Maret mendatang, dan jabatannya hanya Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BP Batam.

Usai serah terima jabatan di Balairung Sari Batam Center, Rabu, 9/1/19, Edy mengatakan, tugas pokok dari Dewan Kawasan yang musti dia jalankan selama tiga bulan ke depan hanya ada tiga: Stock Taking, menyatukan bisnis, dan menjamin kepastian bisnis bagi pengusaha yang sudah existing dan yang bakal masuk.

“Stock Taking ini sangat penting biar nanti ex-officio tidak meraba-raba menjalankan tugasnya. Jangan sampai berimprovisasi,” ujar Edy.

Bagi kalangan politisi di Provinsi Kepulauan Riau, munculnya ex-officio hingga dicopot Lukita itu kabarnya tidak terlepas dari pengaruh politik salah satu partai.

“Ada salah satu partai yang bermain di sini. Dan itu kentara sekali. Tujuannya tak lain untuk kepentingan Pemilu,” ujar sumber media di parlemen Provinsi Kepri.

Hwaduh, bagaimana sikap rakyat Batam? Pemilu serentak sebentar lagi!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *