EkBis

WIKA Garap Perluasan Bandara Hasanuddin

EksNews | Berusaha meningkatkan kinerjanya, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) melanjutkan tradisi mengerjakan berbagai tender proyek pemerintah. Alhasil, WIKA berhasil menang tender PT Angkasa Pura I (Persero) untuk pengerjaan proyek pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Tahap I- Stage I- Paket I.

Direktur Utama Wijaya Karya Tumiyana mengatakan, pengembangan bandara Hasanuddin antara lain mencakup main building, perluasan terminal sisi selatan, gedung parkir, akses jalan utama terminal yakni jembatan penghubung, fly over dan ground road, revitalisasi terminal exsisting, serta pembuatan halaman landscape mekanikal elektronika bandara. Sedangkan nilai kontrak pekerjaan tersebut mencapai Rp2,6 triliun.

“Tentu dipastikan agar tidak ada missing quality. Kami harapkan seluruh proses bisa terdeliver dengan baik, dari quality, cost hingga tingkat efisiensi,” ungkapnya Jumat 22 Februari 2019.

Terpilihnya WIKA sebagai kontraktor utama dalam pembangunan bandar udara di Makassar tersebut ditandai dengan penyerahan surat penunjukan pemenang oleh Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi.

“Minimnya kapasitas merupakan masalah utama yang terjadi di hampir seluruh bandara Angkasa Pura I, termasuk di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar,” kata Faik.

Kapasitas ideal terminal Bandara Sultan Hasanuddin, kata dia, hanya dapat menampung tujuh juta penumpang per tahun. Sementara pada 2018, trafik penumpang bandara ini sudah mencapai 13,5 juta penumpang.

“Oleh sebab itu pengembangan bandara merupakan solusi mutlak yang harus dilakukan,” ungkapnya.

Proyek pengembangan yang dilakukan mitra kontraktor WIKA ini dimulai sejak diberikannnya surat perintah kerja pada 15 Februari 2019 dengan target selesai pada April 2021.

Pada proyek pengembangan ini, terminal eksisting akan diperluas dari yang saat ini hanya 51.815 meter persegi dengan kapasitas tujuh juta penumpang per tahun menjadi 144.480 meter persegi dengan kapasitas 15,5 juta penumpang per tahun.

Sebelumnya WIKA menyebut telah membangun sejumlah infrastruktur kebandaraan. Beberapa proyek yang digarap kontraktor pelat merah itu di antaranya Bandara Ngurah Rai Bali, Terminal Bandara Soekarno Hatta, Bandara Kertajati Majalengka, Bandara Adi Sucipto Yogyakarta, serta Aeroporto Internacional De Ocusse Rota do Sandalo, Timor Leste. ~Heldian Effendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *