Hukum

Dirut KS Jadi Tersangka 2 Hari Jelang Nikahkan Anak

EksNews | Dua hari menjelang pernikahan anaknya, Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel (Persero) Wisnu Kuncoro tertangkap tangan menerima suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, KPK mengizinkan Wisnu menghadiri pernikahan anaknya yang dijadwalkan hari ini, Minggu, 24/3/19.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan, KPK tidak melarang WNU untuk menghadiri pernikahan anaknya tersebut. Sebab ia dan para pemimpin KPK lainnya telah bersepakat untuk memberikan WNU kesempatan untuk menghadiri pernikahan anaknya itu.

“Iya kita sepakat. Supaya kita juga hukum tidak boleh dendam atau apa ya. Kita beri dia kesempatan menghadiri buah hatinya untuk dia hadiri,” ujar Saut di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu, (23/3/2019).

Nantinya jika WNU menghadiri acara pernikahan tersebut, maka pihak KPK akan memberikan pengawalan. Namun menurutnya bukan pengawalan khusus, melainkan pengawal seperti pada umumnya.

Sementara itu Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Yuyuk Andriati Iskak, menjelaskan KPK memang tidak melarang tersangka WNU untuk menghadiri pernikahan anaknya itu. Tetapi pihak KPK menunggu dari pihak keluarga WNU untuk mengirimkan surat permintaan agar WNU dapat menghadiri acara tersebut.

“Mengenai WNU memang yang bersangkutan akan menikahkan anaknya, jadi kami dalam posisi sedang menunggu surat dari keluarga untuk permintaan keperluan menghadiri acara tersebut,” kata Yuyuk.

“Jadi kami sedang menunggu itu. Dan (kami) akan menentukan langkah selanjutnya, penyidik apakah memang bisa memberikan izin untuk menghadiri acara tersebut atau tidak,” tandasnya.

Wisnu merupakan satu dari empat tersangka dalam kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di PT. Krakatau Steel (Persero). WNU ditangkap oleh KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang diadakan pada Jumat (22/3/2019) malam.

Ia ditangkap ketika sedang melakukan transaksi uang dengan salah satu tersangka lainnya, AMU, di salah satu pusat perbelanjaan di Bintaro, Tangerang Selatan. Uang senilai Rp20 juta yang ditaruh di dalam sebuah kantung kertas berwarna cokelat, berhasil disita KPK dari tangan WNU.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *