Daerah

Kisah Unik 15 Pedati Angkut Logistik Pemilu di Lampung

EksNews | Mau bicara infrastruktur menjelang Pemilu Serentak 2019? Provinsi Lampung yang sudah punya tol Sumatera ruas Bakauheni (Lampung Selatan)-Terbanggi Besar (Lampung Tengah), masih harus menggunakan pedati alias gerobak sapi untuk mendistribusikan logistik di Kabupaten Pesisir Barat.

Pengawalan distribusi kotak dan surat suara dari PPK ke PPS itu harus diangkut menggunakan gerobak sapi dan tidak bisa menggunakan kendaraan roda empat, dipimpin langsung oleh Kapolsek Bengkunat, Iptu Ono Karyono, bersama dengan jajarannya. Dalam perjalanannya aparat kepolisian rombongan aparat Polsek Bengkunat acapkali harus berhenti, dikarenakan gerobak dan sapi yang mengangkut kotak dan surat suara tersebut terjerembab dalam kubangan lumpur.

Di provinsi pintu gerbangnya Sumatera, paling dekat dengan pusat kekuasaan, Jakarta, infrastruktur seperti ini masih ada di beberapa kabupaten lainnya, salah satunya jalan negara di Kabupaten Mesuji.

Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Barat April Lizwar mengatakan jalan menuju ke empat kampung tersebut belum tersentuh pengerasan jalan. “Jika musim hujan, kondisinya seperti kubangan kerbau,” ungkapnya, Senin, 15 April 2019.

Di jalan tersebut, kata salah seorang tokoh yang memperjuangkan pemekaran Kabupaten Pesisir Barat itu harus melewati sedikitnya enam sungai dan baru ada dua jembatan gantung. “Pembangunan infrastruktur masih minin di kabupaten ini,” ungkap Lizwar.

Toh Kapolsek Bengkunat bersama anggota tak pernah menyerah untuk mendistribusikan perlengkapan pemilu itu tiba ke lokasi yang berada diwilayah paling sulit dijangkau, utamanya ketika musim penghujan.

“Ketika gerobak dan sapinya terjerembab dalam kubangan lumpur, kami secara bersama-sama harus mengeluarkan tenaga tambahan mendorong gerobak untuk bisa keluar dari kubangan lumpur,” kata Ono mendampingi Kapolres Lampung Barat (Lambar), AKBP Doni Wahyudi, Senin, 15 April 19.

Bukan hanya melalui jalan yang penuh dengan kubangan lumpur, menurut Ono, untuk mendistribusikan kotak dan surat suara itu, rombongannya juga diharus melalui jalur tepi pantai dan menyebrangi enam muara sungai. “Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan tekad kami untuk memastikan kotak dan surat suara tiba di lokasi yang seharusnya dan dalam kondisi aman dan utuh,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *