EkBis

Pelindo II Benahi Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu

EksNews | Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu, sedang berbenah dengan mengeruk endapan lumpur dan material lain di alur pelayaran keluar masuk dermaganya. Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Nopian Andusti dengan didampingi manajemen PT. Pelindo, pihak KSOP dan jajaran Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu, pada Kamis, 29/8/19 memantau secara langsung proses pengerukan alur Pelabuhan Pulau Baai.

“Saya harapkan pengerukan alur pelayaran pelabuhan, semakin memperlancar aktifitas pelabuhan, serta menambah produktifitas pengiriman logistik, termasuk produk unggulan daerah,” ujar Sekdadisela-sela memantau proses pengerukan oleh Kapal keruk.

Menurut Sekda Nopian, sesuai rilis yang dikeluarkan pihak pelindo II, kedalaman alur saat awal sebelum pengerukan berada pada angka -5,8 mLws akan dikeruk menjadi -10 mLws. Sedangkan pengerukan alur pelayaran pelabuhan akan dilakukan menggunakan kapal keruk TSHD HAM 311 dengan kapasitas 3.700 meter kubik.

“Endapan sedimen dan material yang mengendap disepanjang alur pelabuhan,nantinya akan diangkat dan dibuang ke lokasi dumping area yang telah ditetapkan. Ditargetkan pengerukan alur pelayaran akan selesai pada minggu ke dua September,” katanya.

Sedangkan, General Manager IPC Cabang Bengkulu, Nurkholis Lukman memastikan proses pengerukan alur ini tidak mengganggu masuk dan keluarnya kapal yang akan bersandar ke dermaga Pelabuhan Pulau Baai. Selain itu pihaknya memastikan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Pulau Baai tetap berjalan normal. Mengingat pengerukan alur pelayaran pelabuhan sangat penting dilakukan, sebab dengan kedalaman alur pelabuhan yang hanya -5,8 mLws, kapal dengan kapasitas besar saat ini tidak dapat bersandar.

“Tertanggal 29 Agustus 2019, kondisi kedalaman alur telah dikeruk mencapai -7.0 mLws Dengan ditambahnya kedalaman alur menjadi -10 mLws, maka memungkinkan kapal dengan ukuran lebih besar sampai dengan 50.000 GT dapat bersandar ke Pelabuhan Pulau Baai dengan aman dan nyaman tentu ini akan memudahkan oprasional dan mobilisasi kapal,” pungkasnya. ~Heldian Effendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *