Hukum

Tuduh Rektor Unima Berijazah Palsu, Hasilnya Jadi Tahanan Polda

EksNews | Pengaduan Rektor Universitas Negeri Manado, Dr Julyeta Paulina Amelia Runtuwene ke Polda Metro Jaya lantaran ada yang memfitnahnya berijazah palsu berujung penangkapan dua pelakunya. Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro menindaklanjutinya dan akhirnya menangkap dua orang berinisial FJR, 47 dan DSR, 48 di Manado, Sulawesi Utara.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan, Rektor Unima melaporkan dirinya difitnah dan dicemarkan nama baiknya di medsos. Yusri mengungkapkan, saat demo yang mengatasnamakan LSM di Istana Negara dan pindah ke Ombudsman dan Menristekdikti di mana mereka berorasi kalau Rektor Univ.Mmanado ini ijiazah S-3 nya palsu.

Selain di orasi, pelaku juga mengunggahnya di media sosial facebook. Walhasil, isu ijazah palsu itu viral. “Pelapor tidak terima dengan fitnah dan unggahan kedua tersangka di Facebook. Dia merasa difitnah dan pencemaran nama baik,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Yusri Yunus, di Mapolda Metro Jaya, Selasa, 18/2/20.

Menurut dia, FJR tergabung dalam sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat, sedangkan DSR seorang dosen Universitas Negeri Manado. Keduanya memposting aksi demo itu ke akun pribadinya masing-masing dengan pernyataan kepalsuan ijazah S-3 Rektor Universitas Negeri Manado.

“Kita sudah kumpulkan bukti. Kita kumpulkan termasuk dari Kemenristekdikti kalau dia memang sah. Apa yang dipersangkakan oleh LSM itu tidak benar,” ungkap dia.

Dalam postingannya, kedua pelaku mengeluarkan ijazah atas nama pelapor yang sudah di ubah. Tapi yang tidak dicek oleh kedua pelaku ini adalah melakukan pengecekan ulang ke Kemenristekdikti terkait nomor ijazah yang di-posting pekaku.

“Pelaku kita kenakan pasal 310 dan atau pasal 311 UU No. 19 Tahun 2019 tentang UU ITE ancaman hukuman di atas lima tahun penjara,” ungkapnya. ~Abus Tarbian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *