JaBoDeTaBek

Polda Metro Gerebek Gudang Penimbun Masker dan Mesin Produksinya

EksNews | Kekhawatiran terhadap penyebaran virus Corona (Covid-19) menjadi peluang bisnis menggiurkan bagi produsen masker kesehatan. Namun, jika produksi bisnis itu melanggar hukum, risikonya adalah berurusan dengan polisi seperti PT Uno Mitra Persada yang memiliki gudang di kawasan Cilincing, Jakarta Utara ini.

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggerebek gudang yang disalahgunakan menjadi pabrik masker ilegal di Kawasan Pergudangan Central Cakung Blok I No. 11, Jalan Raya Cakung Cilincing KM 3, Rorotan Cilincing, Jakarta Utara itu pada Jumat petang, 28/2/20. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan, dari penggerebekan itu disita 30 ribu masker siap edar.

Penyidik lantas menyita mesin dan gudang yang digunakan untuk memproduksi masker secara melanggar hukum itu. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, gudang ini mulai memproduksi masker ilegal sejak Januari 2020, tanpa mengantongi sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI), dan tidak memiliki izin dari Kementerian Kesehatan.

“Total semua yang berhasil kita amankan di sini sekitar 600 dus yang isinya kurang lebih sekitar total 30 ribu,” kata Yusri di lokasi penggerebekan, tadi malam. Namun, pemilik gudang itu belum jelas keberadaannya. “Menurut informasi, pemiliknya masih berada di luar negeri,” ujar Yusri.

Dari penyelidikan itu terungkap para pekerja diberi upah Rp 120 ribu per hari. Mereka bekerja dari pukul 07.00 hingga pukul 19.00 WIB. “Uang Rp 120 ribu itu sudah termasuk makan dan lain-lainnya,” ucap Yusri.

Gudang itu diketahui merupakan milik PT Uno Mitra Persada yang merupakan perusahaan pemasaran produk dan PT Unotec Mega Persada yang memproduksi masker tanpa izin produksi. Selain memproduksi, mereka juga menimbun masker saat kelangkaan terjadi beberapa bulan ini.

Lebih lanjut Yusri menuturkan, produksi masker ilegal itu telah diedarkan ke tempat penjualan masker sampai rumah sakit. Namun, tidak disebutkan rumah sakit mana saja yang telah menerima masker ilegal itu.

Polisi juga menangkap 10 orang dalam penggerebekan tersebut. Mereka mulai dari YRH selaku penanggung jawab, EE selaku penjaga gudang, D selaku operator mesin, S dan LF selaku sopir. Juga para pekerja yang memproduksi masker yaitu, F, DK, SL, SF, ER.

Para pelaku itu dijerat Pasal 107 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan yang berbunyi: Pelaku Usaha yang menyimpan Barang kebutuhan pokok dan/atau Barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu pada saat terjadi kelangkaan Barang, gejolak harga, dan/atau hambatan lalu lintas Perdagangan Barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah).

Dengan ancaman hukuman penjara lima tahun, 10 orang tadi menjadi tahanan kepolisian. Kita tunggu proses hukum selanjutnya. ~Abus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *