Politik Unggulan

Ahmad Riza Patria Tampil di Diskusi Fokus MPR 5 Tahun ke Depan

EksNews | Ketua Fraksi Partai Gerindra MPR RI, Ahmad Riza Patria, menegaskan pentingnya Pancasila untuk menjaga keutuhan dan persatuan bangsa Indonesia. Menurut dia, potensi memecah-belah Indonesia itu nyata dalam rangka menguasai kekayaan sumber daya bangsa ini.

“Seperti Timor Timur. Nanti ada keinginan untuk memisahkan Aceh karena Aceh kaya, memecah belah Papua karena Papua kaya, Bali kaya dengan keindahan alamnya, kemudian Manado dan lainnya,” kata Riza dalam diskusi ‘Fokus MPR Lima Tahun ke Depan’ di Media Center MPR RI, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Senin, 2/3/20..

Oleh sebab itu, lanjut Riza, MPR berupaya menginternalisasikan Pancasila ke tengah masyarakat Indonesia. Khususnya di kalangan milenial, yang menurutnya punya tantangan tersendiri dalam metode penyampaian materi dan nilai Pancasila.

“Kami sudah rapat beberapa kali, untuk membuat suatu gebrakan-lah. Kan generasi sekarang ini lain ya,” kata Riza.

Teknologi digital, visualisasi termasuk dengan komik, dan penyebaran kampanye nilai-nilai Pancasila, dinilai sebagai rangkaian metode yang bisa menembuskan nilai-nilai Pancasila kepada kaum milenial. “Perlu ada cara, bagaimana anak-anak muda (milenial) bisa memahami ideologi bangsa, Pansacila,” kata Riza.

Dalam praktiknya, Riza yang juga calon Wakil Gubernur DKI Jakarta ini menegaskan pentingnya menghentikan polarisasi pendukung para Calon Presiden dalam Pilpres 2019 lalu demi keutuhan Indonesia juga. “Seharusnya ndak ada lagi tuh cebong-kampret. Jadi saya rasa itu salah satu yang perlu kita diskusikan.

Ia juga menyinggung pentingnya penguatan peran DPD. “Saya sejuju perlu ada penguatan peran DPD. Jadi DPR nggak usah merasa kuranglah gitu kalau DPD perannya bertambah,” ujarnya sambil menambahkan perlunya penguatan sistem presidensial dan pemilihan presiden tetap langsung.

Di acara yang sama, Wakil Ketua MPR RI, Syarief Hasan menegaskan agar hendaknya tak ada pertentangan antara Pancasila sebagai ideologi bangsa dengan Agama-agama yang memang diakui di Indonesia. “Agama itu adalah komplimentari, melengkapi apa yang ada dalam Pancasila. Tetapi sekali lagi pancasila (adalah ideologi Bangsa, Red). Agama itu bukan musuh Pancasila,” kata Syarief.

Justru, kata Syarief, Saya berani mengatakan bahwa agama itu adalah melengkapi tentang azas dari pada Pancasila, “justru Pancasila ini sukses di dalam kita melaksanakan azas kenegaraan kita, membangun bangsa ini, karena Agama,”.

“Jadi saya pikir, itu perlu untuk kita sikapi bersama,” tandas Syarief. ~Kiky Apriyansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *