Politik Unggulan

Zulhas – Airlangga: Belum Seperti Golkar, Terpaksa Pakai (Lempar) Kursi

EksNews | Pertemuan antara Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan berlangsung pada Kamis, 12/3/20 di markas partai berlogo beringin, kawasan Slipi, Jakarta Barat. Penjelasan resmi soal pertemuan itu adalah membahas sejumlah isu ekonomi, politik, hukum, dan isu aktual lainnya seperti dampak dari virus corona

Zulkifli yang berbatik biru datang didampingi senior PAN Hatta Rajasa dan Sutrisno Bachir. Mantan pesaing Zulkifli di pemilihan caketum PAN, Asman Abnur juga turut dalam rombongan. Terlihat pula Eddy Soeparno, Totok Daryanto, Yandri Susanto, Viva Yoga Mauladi, dan Saleh Daulay.

Sedangkan tuan rumah, Airlangga Hartarto, mengenakan kemeja batik kombinasi biru-kuning. Tampak mendampingi Airlangga antara lain Sekretaris Jenderal Golkar Lodewijk Freidrich Paulus, Wakil Ketua Umum Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita, Azis Syamsudin, Nurul Arifin, Roemkono, dan Ahmad Doli Kurnia, Ketua DPP Golkar Meutya Hafid, Wakil Sekretaris Jenderal Golkar Dito Ganinduto.

Sebagai pengantar pertemuan Zulhas menyampaikan lelucon politik. Zulhas bercerita sebenarnya ia ingin meniru Airlangga yang terpilih sebagai ketua umum Partai Golkar secara aklamasi. dalam Munas pada Maret 2020 lalu

“Kongres kemarin sebetulnya kami sudah belajar dari Ketum Golkar, dapat inspirasi bisa musyawarah,” kata Zulhas. Tapi, sambungnya, keinginan untuk musyawarah mufakat itu tak tercapai.

Pemilihan Ketua Umum PAN dalam Kongres di Kendari, Sulawesi Tenggara itu, akhirnya berlangsung melalui pemungutan suara yang diwarnai pelemparan kursi. “Eh ternyata nggak bisa. Kalah ilmu kami, terpaksa pakai kursi,” kata Zulhas disambut tawa terkekeh para hadirin.

Sedangkan dalam keterangan pers bersama usai pertemuan, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa selain untuk silaturahim, pertemuan itu juga membicarakan berbagai persoalan bangsa terutama soal ketidakpastian dunia yang begitu banyak. Dia juga megatakan kedua pihak membahas Pilkada 2020 karena ada beberapa wilayah PAN dan Golar punya kepentingan yang sama.

“Karena itulah silaturahim dan kerja sama di antara parpol diperlukan untuk menjaga stabilitas politik yang lebih baik selain perlunya pengertian bersama soal kebangsaan,” ujar Airlangga yang juga Menko Perekonomian itu.

Sedangkan Zulhas mengatakan bahwa kedua partai sepakat untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang mempengaruhi berbagai sisi kehidupan bernegara. Menurut dia, selain membahas isu virus corona, kedua pihak juga membicarakan bagaimana mencari solusi atas sejumlah isu ekonomi dan keamanan nasional.

“Saling menyalahkan tidak akan menyelesaikan persoalan dan saatnya kita sepakat menghadapi situasi ini dengan kebersamaan dan soliditas,”ujar Wakil Ketua MPR itu. ~Kiky Apriyansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.