Nasional Unggulan

Larangan Mudik | Ditlantas Polda Metro Sekat 3 Ruas Tol Arah Sumatera – Jawa

EksNews | Gercep, gerak cepat, istilahnya. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya bergerak cepat menerapkan penyekatan jalan tol dan mengalihkan arus kendaraan di ruas yang seharusnya bebas hambatan itu untuk menanggapi kebijakan pemerintah melarang mudik pada Ramadan-Idul Fitri 1441 Hijriyah tahun ini.

Kepala Sub Direktorat Keamaman dan Keselamatan (Subdit Kamsel) Ditlantas Polda Metro Kompol Herman RSH mengungkapkan, penyekatan jalan tol dan pengalihan arus lalu lintas itu akan mencakup tiga ruas jalan tol keluar-masuk Ibu Kota. “Pertama ruas Jagorawi, tepatnya di Gerbang Tol Cimanggis, lalu di Gerbang Tol Cikampek, dan di Gerbang Tol Merak, Bitung,” ungkapnya, Selasa, 21/4/20 malam.

Kompol Herman menjelaskan, penyekatan ruas tol dan pengalihan arus lalu lintas itu akan mulai berlaku pada Jumat, 24/4/20 mendatang. Sedangkan pada 22-23 April 2020, Ditlantas Polda Metro akan mensosialisasikan kebijakan penyekatan dan pengalihan tersebut.

Dengan kebijakan itu, sambungnya, semua kendaraan roda empat atau yang diduga berangkat mudik, kecuali angkutan barang dan logistik, akan dialihkan untuk putar balik. “Kami akan sosialiasikan dulu ke masyarakat sejak Rabu besok. Selanjutnya, mulai Jumat 24 April 2020 larangan mudik ini langsung diterapkan,” kata Herman.

Bersamaan dengan penerapan larangan mudik itu, berlangsung pula Operasi Ketupat Covid-19 mulai Jumat 24 April 2020 sampa dengan H+7 setelah lebaran. Berbeda dalam situasi normal, Operasi Ketupat pada tahun ini akan mencegah arus mudik dari Jabodetabek ke arah timur (Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Jawa Timur) dan arah barat (Sumatera).

“Pelarangan mudik berlaku bagi angkutan penumpang baik pribadi maupun umum, sepeda motor baik berkendara sendiri maupun berboncengan,” kata Herman. Sedangkan angkutan barang terutama logistik keperluan warga tentu masih diperbolehkan. Begitu juga pergerakan orang antardaerah di dalam wilayah Jabodetabek, tak ada larangan.

Untuk pengamanan dan keselamatan lalu lintas dalam Operasi Ketupad Covid-19 itu, ujarnya, Ditlantas Polda Metro menyiapkan pos-pos pengamanan. “Sementara ini direncanakan ada 21 pospam di berbagai titik,” ungkapnya.

Sebelumnya Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol RP Argo Yuwono mengemukakan, terkait keputusan Pemerintah yang melarang mudik pada Lebaran kali ini, tidak akan ada penutupan jalan tol dan jalan arteri secara total. Namun penyekatan dan pengalihan arus akan diberlakukan.

“Polri memback-up penuh keputusan pemerintah ini. Dalam larangan mudik, kami tegaskan tidak ada penutupan jalan tol dan jalan arteri,” kata Argo, Selasa, 21/4/20..

Argo memastikan bahwa Polri bersama TNI dan aparat pemerintah lainnya akan melakukan pengawasan untuk memastikan masyarakat tidak mudik. “Jika ada masyarakat yang melakukan kamuflase, petugas akan mengetahuinya. Misalnya jika barang bawaan banyak, kemungkinan akan mudik dan diperiksa,” ujarnya.

Terkait larangan mudik ini kata Argo, pihaknya memajukan jadwal Operasi Ketupat. “Yang biasanya operasi terpusat yakni Operasi Ketupat dilakukan mulai H-7 sampai H+7, dimajukan mulai hari pertama Ramadan (24 April 2020) sampai H+7,” kata Argo.

Ini artinya kata dia operasi ini dilakukan pada 24 April dimana larangan mudik mulai diberlakukan pemerintah. Dalam operasi ini kata Argo pihaknya bersama TNI dan instansi terkait akan membangun 2583 pos pengamanan, pos layanan dan pos terpadu.

Selanjutnya, kata dia, Satgas Pangan Polri terus memantau lonjakan harga dan melihat ada tidaknya penimbunan bahan pokok menjelang hari raya Idul Fitri. “Kami pastikan selama larangan mudik, distribusi logistik dan sembako berjalan seperti biasa dan kami kawal,” tandasnya. ~Abus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *