JaBoDeTaBek

Operasi Ketupat 2020 | Tugas Berat Ditlantas Polda Metro Sebulan Lebih

EksNews – Jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menjalani tugas berat mengawal kebijakan larangan mudik di jalur darat. Salah satu tugas berat itu adalah percepatan pelaksanaan Operasi Ketupat 2020. Selain itu, Operasi Ketupat kali ini akan berlangsung dalam jangka waktu lebih panjang dari biasanya yang berkisar sekitar 11 hari.

“Operasi Ketupat akan kita mulai pada Kamis malam, 23 April 2020,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo didampingi Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro, Rabu, 22/4/20. Menurut Sambodo, Operasi Ketupat, di lingkungan Polda Metro Jaya biasanya disebut Operasi Ketupat Jaya 2020 kali ini baru berakhir pada H+7 Idul Fitri atau akhir Mei 2020 mendatang.

Dengan demikian, Operasi Ketupat Jaya 2020 akan berlangsung satu bulan lebih. Setidaknya, operasi kali ini akan berlangsung sekitar 37 hari tanpa henti.

Ini terkat dengan upaya melaksanakan kebijakan larangan mudik Ramadan-Idul Fitri 1441 Hijriyah (April-Mei 2020) demi mencegah penyebaran wabah penyakit virus corona (Covid-19). Berkaitan dengan itu, Sambodo mengungkapkan, jajaran Ditlantas Polda Metro Jaya akan menyiapkan sejumlah check point (pos pemeriksaan) untuk mencegah pemudik yang keluar atau melalui wilayah Ibu Kota.

“Dalam operasi kali ini Ditlantas menyiapkan check point yang kita sebut Pospam (Pos Pengamanan) terbaru,” kata Kombes Sambodo. Menurut dia, Pospam baru itu akan berdiri di ruas jalan tol maupun jalan arteri nasional yang biasa digunakan sebagai jalur mudik selama ini.

Untuk ruas tol, kata Sambodo, ada tiga Pospam untuk mengamankan kebijakan larangan mudik. Langkah Ditlantas di Pospam ruas tol adalah penyekatan arus mudik dari dan melalui Jakarta yang mencakup tiga ruas jalan tol keluar-masuk Ibu Kota.

Pertama kata Sambodo, di ruas Jagorawi, tepatnya di Gerbang Tol Cimanggis. Selanjutnya, di Gerbang Tol Cikarang, Bekasi, dan di Gerbang Tol Kota Tangerang –ketiganya merupakan yurisdiksi atau wilayah hukum kewenangan Ditlantas Polda Metro Jaya.

Sedangkan untuk jalan arteri nasional yang biasa digunakan warga sebagai jalur mudik, lanjut Sambodo, Ditlantas Polda Metro mendirikan 16 Pospam untuk check point dalam rangka mengamankan kebjakan larangan mudik. “Pos-pos pemeriksaan itu berada di perbatasan Jakarta dengan kota lain di Jabar dan Banten. Para petugas akan memilah, kendaraan mudik akan diminta putar balik. Untuk aktivitas warga di Jabodetabek tetap diperbolehkan,” ujarnya. ~Abus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *