JaBoDeTaBek Unggulan

Ringkus Perampok Indomaret di Depok | Kapolda: Perlu Satpam

EksNews | Giliran perampok minimarket Indomaret di Depok jadi sasaran tindakan tegas. Tim gabungan Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Polres Depok berhasil meringkus para pelakunya dengan menindak tegas secara terukur sehingga salah seorang pelaku, SMI alias Ibe, 23, tewas.

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana AS mengungkapkan, para pelaku beraksi pada hari pertama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Depok, Rabu, 15/4/20 dinihari sekitar pukul 22.00 WIB. Selanjutnya, kata Kapolda Nana, Tim Gabungan Polda Metro dan Polres Depok berhasil menangkap para pelaku yang bersenjatakan celurit untuk mengancam para karyawan Indomaret yang berlokasi di Jalan Bulak Timur, Cipayung, Kota Depok. ini.

Para pelaku sempat membawa kabur uang sekitar Rp30 juta dari brankas di lantai 2 Indomaret itu. Mereka juga menyekap tiga karyawan Indomaret yang jadi korban perampokan menjelang tutup itu.

“Terhadap tersangka SMI alias Ibe karena melakukan perlawanan saat ditangkap diberi tindakan tegas dan terukur. Sedangkan dua pelaku lainnya AIH alias Ibra, 20, ditembak bagian kaki dan MFR alias Acong, 20 ditangkap,” ungkap Kapolda Nana di Mapolda Metro, Senin, 27/4/20.

Berkaitan dengan kerawanan saat PSBB di masa wabah Covid-19 ini Kapolda Nana Sudjana mengimbau pemilik minimarket di Jakarta dan sekitarnya untuk meningkatkan standard pengamanan tokonya dengan menempatkan fasilitas keamanan yang lebih banyak. Salah satu yang Nana imbau untuk pengelola lakukan ialah penempatan petugas pengamanan atau satpam.

“Walaupun ada CCTV, tetap ada kekurangannya. Ini akan kami sampaikan ke pemilik untuk setiap minimarket harus ada satu satpam,” ujar Nana.

Selain penempatan satpam, Nana mengatakan pihaknya akan memaksimalkan fasilitas panic button. Dengan fasilitas ini, polisi akan segera datang ke minimarket yang membutuhkan pengamanan darurat.

Khusus untuk masa PSBB Kapolda menganjurkan minimarket di wilayah Jakarta dan sekitarnya tutup pukul 20.00 WIB. “Buka 24 jam tidak dianjurkan,” ujarnya.

Menurut Nana, dalam periode Maret-April 2020 saja, Polda Metro menerima 17 laporan perampokan minimarket. Baru 13 yang terungkap dengan jumlah tersangka 20 orang dan dua antaranya ditembak mati karena melawan.

Kapolda Nana mengakui 80 persen pelaku kejahatan saat PSBB kali ini adalah penjahat kambuhan alias residivis. Mereka melakukan aksinya karena motif ekonomi dan didorong keinginan membeli narkotika. ~Abus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *