JaBoDeTaBek Unggulan

Kapolda Metro: Pengungkapan Kejahatan Naik 34 Persen

EksNews | Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengungkapkan, angka kejahatan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) yang menjadi domain Polda Metro Jaya meningkat sekitar enam persen di masa wabah penyakit virus corona (Covid-19) sejak Maret 2020 lalu. Sedangkan jenis kejahatan yang mencolok adalah kejahatan umum (street crime) seperti perampokan atau pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor.

“Terkait curas, curat, curanmor terjadi peningkatan sebesar enam persen selama pandemi ini. Tetapi untuk hal pengungkapan naik 34 persen. Jadi, kejadian ada, tapi pengungkapan cukup tinggi,” ujar Kapolda Nana dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui Instagram Polda Metro Jaya, Jumat, 19/6/20.

Selama pandemi Covid-19, menurut Nana, polisi telah mengungkap 23 kasus perampokan minimarket di wilayah hukum Polda Metro Jaya selama sebulan terakhir. “Kasus curas minimarket di mana selama pandemi Covid-19 itu ada 34 kasus dan 23 kasus berhasil kami ungkap,” ungkap Nana.

Meskipun demikian, Nana memastikan situasi keamanan di wilayah hukum Polda Metro Jaya dalam keadaan kondusif. Polda Metro Jaya telah membentuk tim satgas begal dan preman yang akan melakukan giat patroli di wilayah-wilayah rawan kejahatan yang telah dipetakan sebelumnya.

Polisi tak segan menindak tegas para pelaku yang berani melawan polisi atau melukai warga saat melakukan aksi perampokan atau begal. “Situasi kamtibmas di jajaran Polda Metro Jaya cukup kondusif artinya memang ada pergerakan, tapi aktivitas masyarakat berjalan baik,” ungkap Nana.

Di kesempatan yang sama, Kapolda Nana mengungkapkan Tim Subdit 3 Resmoba Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengamankan 12 orang tersangka kasus perampokan dana nasabah bank untuk keperluan pesantren di kawasan Sawangan Depok, Jawa Barat. Dari 12 orang tersangka itu tiga antaranya ditembak di tempat.

“Pelaku berjumlah 12 orang dengan peran dan tugas masing masing. Satu orang pelaku berpura-pura menjadi nasabah dan masuk ke bank untuk mencari sasaran/korban yakni nasabah yang melakukan penarikan tunai dengan jumlah besar. Ketika pelaku sudah menentukan nasabah yang akan dijadikan korban, selanjutnya pelaku menghubungi pelaku lainnya yang sudah menunggu diluar bank,” kata Nana.

Irjen Nana juga menyebut, para pelaku lain sudah menunggu target yang akan dicuri dengan koordinasi pelaku yang berpura-pura menjadi nasabah. “Kemudian saat korban masuk ke dalam mobilnya, para pelaku langsung membuntuti korban dengan menggunakan sepeda motor,” ujarnya.

Nah, ketika kendaraan melaju dalam keadaan pelan/berhenti di Lampu merah, dua orang pelaku lainnya mendekati mobil korban dan menusuk ban belakang sebelah kiri dengan menggunakan paku yang terbuat dari payung yang dipasang pada kaki pelaku. “Kemudian pelaku lainnya terus membuntuti korban sampai ban korban kempes dan korban berhenti/menepi,” ungkap Kapolda Nana. ~Abus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *