Hukum Unggulan

Musnahkan Barang Bukti Narkoba | Kapolri: Polisi Juga Bisa Tergoda

EksNews | Kapolri Jenderal Pol Idham Azis mengingatkan kepada jajarannya untuk segera memusnahkan barang bukti narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba). Menurut dia, bahaya narkoba bukan saja menyangkut warga, melainkan juga internal kepolisian.

“Ketika kemarin Kapolda Metro melapor, saya segera minta musnahkan karena bahaya narkoba itu bisa datang dari dua sisi dari luar jika orang luar dan dalam. Bisa polisinya sendiri,” ungkapnya dalam acara pemusnahan barang bukti narkoba jaringan Timur Tengah di lapangan Promoter, Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 2/7/30. Hadir dalam acara itu antara lain Ketua MPR Bambang Soesatyo, Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo, dan Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana.

Selanjutnya Kapolri menambahkan, kalau tidak cepat dimusnahkan, “iman (bisa) goyang, pegang segenggam bisa miliaran. Itu memang kadang-kadang. Kalau ngomong ini (mungkin) banyak yang tidak suka. Tapi memang begini.”

Sedangkan Kabareskrim Listyo mengungkapkan, barang bukti yang dimusnahkan ini adalah hasil operasi pemberantasan jaringan narkoba Timur Tengah memanfaatan kelengahan pengawasan kawasan pantai selatan Banten dan Jawa Barat. Hasil Operasi Satgas Khusus Merah Putih Badan Reserse Kriminal Polri ini mencapai 1,2 ton narkotika jenis sabu dan ekstasi asal Iran yang masuk dari kawasan pantai Lebak, Banten, dan Sukabumi, Jawa Barat periode Mei dan Juni 2020.

Komjen Listyo menambahkan, barang bukti 1,2 ton sabu dan 35 ribu butir ekstasi ini berpotensi merusak masa depan jutaan orang. “Jika rata-rata konsumsi sabu 0,2 gram per orang, maka potensi kerusakannya mencapai enam juta orang. Belum lagi jika ekstasi dikonsumsi rata-rata dua butir per orang,” ungkapnya.

Hasil operasi itu berlanjut dengan laporan kepada Kapolri sehingga turun perintah pemusnahan. Kapolda Metro Jaya langsung tanggap dengan perintah Kapolri sehingga barang bukti hasil operasi penindakan terhadap jaringan narkoba Timur Tengah ini segera dilaksanakan sebelum satu bulan sejak kasus terakhir terungkap pada awal Juni lalu di Sukabumi. “Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang besar bagi kita semua bagaimana cara kita terus terutama dalam memperkuat komitmen untuk memberantas narkoba dan menjaga masa depan generasi muda,” tandas Kapolda Nana.

Well done Chiefs!!! -Abus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *