JaBoDeTaBek

Dampak Unjuk Rasa 8 Oktober | Petugas Jadi Korban Pengeroyokan

EksNews | Polda Metro Jaya mengamankan sejumlah pelaku terkait pencurian dengan tindak pidana kekerasan (Curas), pengeroyokan, dan penadahan yang berlangsung di tengah unjuk rasa pada Kamis, 8 Oktober 2020 lalu. Korban dalam peristiwa itu adalah seorang anggota Polri

“Total pengeroyoknya lima. Dua orang masih dalam pencarian, sementara yang tiga sudah diamankan, dua anak di bawah umur,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Rabu, 21/10/20. Menurut dia, Kelima pelaku terindikasi merupakan anarko (kelompok anak jalanan) yang merusuh dan merusak saat aksi demonstrasi.

Kepolisian berusaha menghalau kelompok anarkisme tersebut. Sebuah pos polisi di Jalan Hayam Wuruk arah Roxy, Jakarta Barat, dibakar saat massa tengah dibubarkan.

Kelompok demo saat itu, lanjut Yusri, sedang diarahkan ke wilayah Jakarta Barat hingga tengah malam. “Jadi mereka ini sama dan sampai tengah malam pelaku-pelaku terus melakukan pengerusakan,” lanjut Kombes Yusri.

Pengeroyokan ini bermula pada saat korban yang merupakan Anggota Polri berinisial AJS melintas di Jl Gajah Mada depan Hotel Paragon Jakarta Barat. AJS menyisir dan memeriksa pasca demo sudah harus bubar pada pukul 18.00, sementara petugas berupaya mengarahkan massa ke kawasan Jakarta Barat dari lokasi demi di Jakarta Pusat.

“Tetapi di tengah jalan korban melihat ada masyarakat yang mau dipukuli oleh para pelaku dan mencoba melerai. Namun, korban malah dianiaya oleh para pelaku ini,” ujarnya.

Setelah dikeroyok, lanjut Yusri, kelima pelaku turut menjarah barang-barang korban seperti handphone termasuk kartu anggota kepolisian milik AJS. “MRR (pelaku) sendiri dari hasil keterangan dia memukul tiga kali korban dan mengambil handphonenya, serta ada beberapa benda lain, termasuk kartu anggota kepolisian milik korban,” sambungnyanya.

“Sementara dua pelaku yang kita amankan dan tidak ditampilkan, karena masih di bawah umur turut mengeroyok petugas. Dua pelaku masih dalam pengejaran karena melarikan dirim,” sambungnya.

Setelah pelaku MRR merampas barang milik korban AJS, ia menjual Handphone kepada ketiga pelaku, yakni Y (29), FA, dan AIA sebagai penadah yang ketiganya telah diamankan polisi. “Tiga orang berinsial Y (29), FH dan AIA. Jadi ini MRR setelah memukul korban AJS lalu mengambil handphone dan dijual ke tiga tersangka ini,” ujarnya.

Total enam tersangka terkait kasus curas, pengeroyokan, dan penadahan dengan masing-masing peran. “Para tersangka dikenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara, kemudian pasal 170 KUHP, karena dilakukan secara bersama-sama dengan ancaman 5 tahun, dan Pasal 480 KUHP adalah ancamannya 4 tahun penjara,” jelasnya.

Sementara untuk kondisi korban AJS, Yusri menyampaikan bahwa korban saat ini sedang menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati, dengan luka pada bagian mata mata, punggungnya, bahu, dada, kemudian ada di kepala. ~Abus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *