JaBoDeTaBek Unggulan

Polresta Tangerang Biayai Pemulihan Anak yang Viral Dianiaya Pacar Sang Bibi

EksNews | Polresta Tangerang, Banten menangani kasus penganiayaan terhadap anak berusia dua tahun yang videonya viral di media sosial. Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro mengungkapkan, pelaku ASD, 27, kini sudah menjadi tahanan dan menjalani pemeriksaan intensif di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal.

Sedangkan korban dalam perlindungan keluarga. Polresta Tangerang telah menjemput korban dari rumahnya dan membawa ke RS Modern Hospital untuk dilakukan rontgen dan pemeriksaan CT Scan.

“Atas nama kemanusiaan maka Polresta Tangerang akan menanggung biaya perawatan dan pengobatan sampai korban sembuh,” ungkap Kombes Wahyu, Selasa, 16/3/21. Selain itu, sambungnya, Polresta bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Anak dan P2TP2A (pusat pelayanan terpadu perlindungan perempuan dan anak) serta akan melaksanakan Trauma Healing untuk mengatasi gangguan psikologis anak.

Dir Reskrimum Polda Banten Kombes Pol Martri Sonny yang turut pada kegiatan konferensi pers itu mengatakan, Polda banten akan membantu melakukan pendampingan terhadap proses penyidikan yang dilakukan oleh Polresta Tangerang. Kata Martri, saat masih banyak hal-hal lain yang harus didalami.

“Ini perlu pendalaman. Kemungkinan ada hal lain atau keterlibatan yang lain harus dipelajari lebih dulu,” paparnya.

Pelaku menganiaya anak laki-laki berusia dua tahun yang merupakan kemenakan pacarnya sendiri. Peristiwanya terjadi pada Minggu, 14/3/21. Bermula ketika pelaku ASD dan pacarnya mengajak korban berjalan-jalan. Namun sang pacar harus bekerja sehingga ASD membawa korban ke tempat tinggalnya.

Rupanya anak kecil itu belum bisa buang air sendiri sehingga pelaku malah membujuknya dengan memberi ponsel. Yang dilakukan anak itu justru membanting ponsel milik ASD. Karena emosi, selanjutnya ASD menganiaya korban dan merekamnya hingga setidaknya lima kali.

“Motif tersangka merekam aksi penganiayaan sebagai efek jera. Bila korban menangis lagi, maka video itu akan ditunjukkan tersangka kepada korban,” ujar Wahyu.

Akhirnya rekaman itu terlihat oleh pacar pelaku yang merupakan bibi korban. Viral pula di media sosial. Keluarga korban pun melapor ke polisi dan petugas pun menangkap ASD. ~Abus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *