Hukum Unggulan

Kisruh Lahan Pancoran: YLBHI Desak Polres Jaksel Lepas 2 Pendamping Warga

EksNews | Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mengungkapkan dua orang pendamping hukum warga Pancoran, Jakarta Selatan, Safaraldy dari LBH Jakarta dan Dzuhrian dari Paralegal Jalanan ditahan tanpa alasan oleh Polres Jakarta Selatan pada Rabu, 24 Maret 2021. Namun polisi menyatakan keduanya sudah pulang.

“Keduanya ditahan saat mengantarkan surat terkait penolakan pemeriksaan penyidikan warga Pancoran,” bunyi keterangan YLBHI yang dibagikan Muhammad Isnur, Rabu, 24/3/21. Menurut Isnur, antara pukul 19.50-21.00, Safaraldy dan Dzuhrian terputus komunikasi dan hingga saat urgent action ini disebarkan, keberadaan Safaraldy dan Dzuhrian tidak diketahui.

Isnur menambahkan, keduanya sedang melaksanakan tugasnya sebagai pendamping hukum Warga Pancoran dengan mengantarkan surat jawaban dari Warga Pancoran atas panggilan pemeriksaan dari Polres Jakarta Selatan. Tugas ini berdasarkan pengajuan warga Pancoran untuk meminta pendampingan hukum dari LBH Jakarta pada 9 Maret 2021.

Menurut Isnur, kegiatan Safaraldy dan Dzuhrian dilindungi oleh Undang-undang No. 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum. Tindakan penahanan tanpa alasan yang dilakukan Kepolisian Resort Metro Jakarta Selatan adalah tindakan tidak bermartabat dan telah melanggar Hak Warga Negara atas Bantuan Hukum.

Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Jimmy Christian Samma menegaskan pihaknya tidak menahan kedua orang tersebut. Kedua orang itu sudah dipulangkan. “Nggak ada (penahanan). Sudah pulang dengan rekan-rekannya,” kata Jimmy dikonfirmasi terpisah.

Jimmy membenarkan kedua pendamping hukum warga Pancoran itu mendatangi Polres Metro Jaksel. Namun, dia membantah kedua pendamping hukum itu ditahan. “Mereka tidak bisa menunjukkan surat kuasa sebagai PH (pendamping hukum),” ujar Jimmy.

Menurut Jimmy kedua pendamping hukum itu hanya diklarifikasi polisi soal penyerahan surat dan dan bersedia diklarifikasi. Namun, polisi tidak menahan keduanya dan sudah dipulangkan. “Hanya diklarifikasi terkait maksud surat dan kedatangan ke Polres, dan mereka bersedia untuk diklarifikasi,” tandasnya.

Kita tunggu perkembangannya. Termasuk perkembangan kisruh lahan Pancoran antara BUMN Pertamina dan warga yang menduduki lahan di tepi Jalan Raya Pasarminggu, Jaksel itu. ~Abus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *