Aneka Unggulan

Terobosan dan Inovasi Subuh Keliling Ditbinmas Polda Metro Jaya

EksNews | Polda Metro Jaya melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat menerapkan Program Subuh Keliling (Suling) dengan terobosan dan inovasi seiring pandemi Covid-19 yang masih menggejala. Direktur Binmas Polda Metro Jaya Kombes Badya Wijaya menjelaskan, dalam program suling dengan suasana pandemi Covid-19 ini tercakup berbagai kegiatan antara lain salat subuh berjamaah, tausiyah (saling mengingatkan), pembagian kitab suci Al Quran, serta masker kesehatan dan cairan disinfektan.

“Subuh keliling merupakan bagian tak terpisahkan dari program Kapolda Metro Jaya di wilayah Ibu Kota dan sekitarnya,” ungkap Kombes Badya bersama Kasubdit Bin Satpam AKBP Jajang Hasan Basri saat menyambangi Masjid Al Muhajirin, Jalan Delima, Tanjung Duren, Jakarta Barat Selasa, 6/4/21.

Dari pihak sohibul bait (tuan rumah), Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Muhajirin Rustam Effendi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dir Binmas Polda Metro dan jajaran yang telah bersilaturahmi dengan warga sekaligus menyemarakkan kegiatan salat subuh keliling.

Menurut dia, jamaah masjid Al Muhajirin beserta segenap warga berharap banyak terhadap aparat kepolisian dalam mewujudkan, menjaga dan meningkatkan ketertiban serta kenyamanan bersama. “Insya Allah Program Subuh Keliling dapat mempererat hubungan antara masyarakat dengan kepolisian,” ungkap Rustam.

Kombes Badya berharap silaturahmi melalui Program Subuh Keliling juga menciptakan saling pengertian antara jajaran kepolisian dengan jamaah masjid dan warga sekelilingnya. “Dari sisi aparat kepolisian, program ini merupakan salah satu cara menuju Polri yang presisi (prediktif, responsif, transparan, dan berkeadilan),” ungkapnya.

Dengan program suling, sambung Dirbinmas, Polri juga dapat bertukar informasi dengan jamaah masjid dan warga sekelilingnya. “Untuk saat ini antara lain terkait dengan situasi dan kondisi Covid-19 serta pelaksanaan program vaksinasi. Informasi yang objektif dan bukan hoax yang perlu dihindari,” ujar Kombes Badya.

Menurut dia, jamaah salat subuh sudah melaksanakan jihad (upaya bersungguh-sungguh) melaksanakan ajaran Islam. Terlebih dalam situasi pandemi Covid-19 yang lebih berisiko dibandingkan ketika keadaan tanpa wabah.

“Dalam kaitan ini, upaya mencegah penyebaran Covid-19 dan pelaksanaan vaksinasi merupakan jihad juga karena akan menyelamatkan diri kita masing-masing, anggota keluarga, serta masyarakat luas,” sambung Kombes Badya. Oleh sebab itu ia juga menyerukan jamaah masjid dan warga mendukung program pemerintah melaksanakan vaksinasi Covid-19 yang terus berjalan.

Sedangkan AKBP Jajang Hasan Basri dalam tausiyahnya mengingatkan kemakmuran masjid hendaknya seiring dengan kepedulian terhadap warga sekelilingnya. Menurut dia, menara masjid bukan hanya untuk memasang speaker, melainkan juga untuk melihat warga sekitar masjid yang kurang makmur.

“Sejarah Islam mengajarkan menara masjid juga menjadi sarana untuk melihat keadaan masyarakat sekeliling dari ketinggian. Jika terlihat dapur tanpa asap dari menara masjid, itu jelas ada yang perlu uluran tangan,” ungkapnya. ~Abus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *