Nasional Unggulan

Panglima TNI Terima Kepala BNPT Bahas Terkait Bantuan TNI Untuk Oprasi Penanggulangan Terorisme

Eksnews | Jakarta – Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa menyampaikan pihaknya siap menugaskan prajurit untuk membantu Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Sinergitas yang dibentuk oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk mencegah aksi teror di Indonesia. Panglima TNI Jendral TNI Andika kepada Komjen Pol. Boy Rafli Amar menyampaikan penugasan itu merupakan wujud dukungan TNI untuk BNPT. ( 28/3/2022)

Dalam pertemuan antara Panglima TNI Jendral TNI Andika Perkasa dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komjen Pol. Boy Rafli Amar yang disiarkan dalam kanal YouTube Jenderal TNI Andika Perkasa,pada Minggu kedua pihak membahas teknis penugasan.

Komjen Pol. Boy Rafli Amar menjelaskan prajurit yang ditugaskan jadi anggota Satgas Pencegahan dan Sinergitas BNPT akan berstatus sebagai BKO. Dan nantinya, kontraknya dapat diperpanjang tiap tahun.

Panglima Jendral TNI Andika Perkasa menyampaikan prajurit yang ditugaskan nanti memiliki sejumlah kriteria khusus yang dapat membantu kerja BNPT mencegah aksi teror. “Berarti memang (prajurit yang ditugaskan) harus (dari divisi) teritorial, dan teritorial pun di situ (daerah yang ditugaskan),karena kalau tidak dari situ percuma dia tidak menguasai (Wilayah),”kata Jendral Andika.

Dalam pertemuan itu,Komjen Pol. Boy Rafli Amar menyampaikan 60 persen- 70 persen kerja BNPT adalah pencegahan terorisme,dan terkait penindakan kerja BNPT terbatas pada penyelidikan. Demi menjalankan fungsi penyelidikan itu,BNPT membentuk Satgas Pencegahan dan Sinergitas yang bekerja sama dengan 46 kementerian/lembaga serta TNI dan Polri. “Perwakilan TNI sangat besar terutama dalam menggerakkan sub- satgas yang kami tempatkan di lima provinsi,”kata Boy Rafli.

Lima provinsi yang menjadi wilayah kerja Satgas Pencegahan dan Sinergitas BNPT yaitu Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat,Jawa Timur,
Jawa Barat,dan Jawa Tengah. Di bawah kepemimpinan Komjen Pol. Boy Rafli Amar,BNPT gencar melakukan berbagai kerja sama dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Ia menyadari pencegahan aksi teror tidak dapat dilakukan oleh BNPT sendiri, karena itu merupakan tanggung jawab seluruh pihak.

Komjen Pol. Boy Rafli Amar pada awal tahun ini memperkenalkan konsep “pentahelix” sebagai bentuk kerja sama BNPT bersama lembaga lain.

Dalam penanggulangan dan pencegahan terorisme,konsep itu diterapkan melalui kerja sama antara BNPT dengan berbagai pihak,antara lain lembaga pemerintah,akademisi, badan atau pelaku usaha,masyarakat, komunitas,media,pelaku seni,serta aparat penegak hukum,TNI dan Polri.
(Git/Bian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.