Unggulan

Korban Mafia Tanah Public Figure Nirina Zubir Dan Keluarga


EKSNEWS.ID | Jakarta – Subdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah berhasil melakukan pengungkapan dan penangkapan terhadap 3 tersangka baru dalam kasus mafia tanah dengan korban public figure Nirina Zubir dan keluarga.

Ujar ,” Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Zulpan, tiga orang tersangka baru yang ditangkap memiliki peran masing-masing, MSA peran membantu pembiayaan proses balik nama sertifikat. AEO pegawai bank berperan membantu pencairan kredit dengan jaminan sertifikat. C peran membuat surat kuasa palsu. Rabu (13/7/2022).

Dalam kasus ini, korban mengalami kerugian secara materil berdasarkan 6 sertifikat hak tanah senilai Rp 17 miliar. Lanjut Pak Kabid.

Papar Pak Kabid Humas,” Modus tersangka mengalihkan 6 sertifikat hak milik menjadi atas nama diri sendiri dengan memalsukan surat dan akta, serta menggunakan dokumen palsu.

Kemudian Sertifikat dialihkan kembali kepada orang lain dan sebagian diagunkan ke bank untuk mendapatkan uang atau keuntungan. ungkap Zulpan

“Fakta,” Kami sebagai ahli waris Nirina Zubir dan kakak serta keluarga tidak pernah menandatangani akta peralihan kepemilikan atas 6 sertifikat tersebut kepada E dan RK atau pihak lain.

Penyidik menetapkan 5 tersangka sebelum nya dan sekarang dalam proses persidangan.

Tersangka 1. MSA Laki-laki ( peran membantu pembiayaan proses balik nama terhadap Sertifikat Hak Milik No. 5774 / Srengseng pemegang hak atas nama VK menjadi pemegang hak atas nama tersangka RK.

Tersangka 2. AEO Laki-laki peran merupakan pegawai Bank , yang berperan membantu pencairan kredit dengan jaminan sertifikat atas nama tersangka setelah pencairan kredit uang hasil pencairan di bagikan oleh AEO kepada vonder ( penyedia dana) tersangka RK dan notaris F.

Tersangka 3. AEO mendapatkan keuntungan dari pencairan.

Tersangka 4 C. Laki -laki peran berperan dalam hal membuat surat kuasa palsu (seolah-olah mendapatkan kuasa dari CIM) bersama dengan tersangka F, membuat laporan polisi kehilangan AJB Palsu di Polres Metro Jakarta Utara, dan menerima uang pembagian dari tersangka F atas peranan.

Tersangka 5. DPO RAP , Laki-laki peran turut membantu pembiayaan proses balok nama Sertifikat Hak No. 2249/ Srengseng pemegang hak atas nama FK menjadi pemegang hak atas nama tersangka RK..

Para tersangka dikenakan Pasal 55 KUHP dan atau Pasal 56 KUHP terhadap tindak pidana awal yaitu Pasal 253 KUHP dan atau Pasal 264 KUHP dan atau Pasal 266 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasai 3,4,5 UU RI No.8 tahun 2010.

Pasal 263 KUHP, dengan pidana penjara paling lama 6 tahun;
Pasal 264 KUHP, dengan pidana penjara paling lama 8 tahun;
Pasal 266 KUHP, dengan pidana penjara paling lama 7 tahun;
Pasal 372 KUHP, dengan pidana penjara paling lama 4 tahun;
Pasai 3,4,5 UU RI No. 8 Tahun 2010 tentang TPPU, dengan pidana penjara paling lam 15 tahun. (Abus )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.